Minggu, 01 Juli 2012

SKEMA ESR METER





Sirkit terdiri dari :

    Osilator pembangkit frekwensi sekitar 150Khz menggunakan sebuah sirkit Schmit triger
    Bufer atau penguat arus yang terdiri dar beberapa sirkit Schmit triger yang diparalel.
    Transistor penguat frekwensi 150Khz
    Sirkit diode bridge sebagai penyearah frekwensi 150Khz
    Analog meter

Keterangan :

    Elko yang akan dicek dihubungkan dengan TP1/TP2
    VU-meter dihubungkan dengan TP3/TP4
    Sirkit hanya membutuhkan IC 74HC14N yang berisi 6 buah Schmit triger dan mudah diperoleh dipasaran. Pengalaman kami transistor dapat menggunakan 2SCC945 atau sejenisnya. Dan untuk meter dapat digunakan VU meter.
    Sirkit ESR-meter ini dapat bekerja pada tegangan DC 2 hingga 6V. Tetapi jika tegangan terlalu rendah akan menyebabkan meter sulit menyimpang hingga penuh (seperti ohm-meter). Lebih baik gunakan suply 5V yang diperoleh dari sebuah regulator 7805 yang dapat diperoleh dari batery 9v atau dari AC adaptor.
    Untuk VR kalibrasi sebaiknya dipasang pada front panel seperti ohm-meter sehingga sewaktu-waktu dapat dikalibrasi ke nol.
    Dari sirkit diatas dapat ditambah sendiri switch on-off dan led indikator dengan tujuan kalau menggunakan batery tidak cepat habis.
    Elko yang dicek dapat dipasang bolak-balik. Diode D5 dan D6 digunakan sebagai sirkit discharge untuk pengaman jika elko yang dicek masih ada muatan.
    Kalau mau murah dan cepat gunakan pcb yang ada banyak lubang-lubangnya itu. Tetapi kalau mau rapi dapat membuat print sendiri – artinya harus tambah biaya dan waktu.
    Untuk box – dapat digunakan box hitam yang banyak dijual ditoko. Ukuran sesuaikan dengan VU-meter dan besarnya pcb.

Testing dan Kalibrasi

    Jika TP1/TP2 dishort maka meter harus dapat dikalibrasi agar menyimpang penuh dengan cara adjust VR
    Jika hasilnya meter tidak dapat menyimpang penuh maka kecilkan nilai R12 (R-emitor)
    Untuk cek elko dengan nilai diatas 10uF biasanya jarum akan menyimpang penuh (seperti Ohm-meter)
    Untuk cek elko dengan nilai kecil kurang dari 10uF biasanya jarum tidak dapat mencapai nol (nol kurang sedikit). Karena itu carilah contoh-contoh elko yang masih bagus sebagai referensi besarnya penyimpangan jarum meter.



++++++++++++++++++++++++

Baca juga mengenai ESR-meter


mengukur nilai ESR tiap2 elco 

    Cari elko-elko yang kualitas bagus. Bisa diperoleh dari elko bekas dari eks pcb mesin merk Jepang, misalnya dengan nilai 1uF, 5uF, 10uF, 47uF.  Ukur masing-masing dengan ESR-meter. Hasil pengukuran dapat dipakai sebagai skala untuk referensi elko yang bagus. Kalau elko yang dicek penyimpangan kurang dari skala regerensi berarti ESR elko bersangkutan telah berubah menjadi besar.
    untuk ESR yang kami buat. Sebagai refersi nol bukan penyimpangan penuh. Tetapi angka nol hitam pada VU-meter. Dengan cara ini elko yang bagus dgn nilai 10uF keatas biasanya hampir mendekati angka nol (hitam). Untuk elko nilai kecil yang bagus penyimpangan biasanya antara angka nol dan angka satu.

. Masalah hanya meter tidak dapat menyimpang hingga full (seperti nol pada ohm-meter). Tetapi dapat dikoreksi  dengan mengecilkan nilai resistor pada transistor menjadi 82 ohm.
    Coba shorlan dulu TP1 dgn TP2. Kemudian sentuh-sentuh dgn probe avo-meter pada  input-bufer. Apakah meter dapat bergerak-gerak?   Jika meter dapat gerak kemungkinan osilator belum kerja. Kalau meter tidak gerak sama sekali berarti sirkit antara bufer hingga meter ada yang problem.
   Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari http://www.datasheet4u/ persamaan (cross-reference) 74HC14N adalah SN74HC14N dan MM74HC14N,jg bisa pakai 74LS14
Sumber  :  agus electronik

0 komentar:

DesignTemplate By : KBG KolomBlogGRATIS.blogspot.com